Description
Apa jadinya jika kebenaran hanya ada di dalam kepala? Buku ini adalah ruang gema dari pikiran-pikiran yang memberontak: mengutuk kemunafikan sistem, menguliti luka batin generasi terjepit, dan mempertanyakan makna ‘akal sehat’ di tengah dunia yang gila.
Jangan berharap hiburan. Ini adalah monolog tanpa kompromi — kadang menyakitkan, seringkali jujur, tapi selalu membebaskan.
Peringatan:
Tidak untuk mereka yang nyaman dengan ilusi.






Reviews
There are no reviews yet.